Pengalaman HSG

Kami pasangan yang sudah menikah 8 tahun dan belum diberi momongan. Karena belum ada tanda-tanda kehamilan, kami putuskan berobat ke dokter. Setelah hunting info  kesana – kemari akhirnya kami memutuskan berobat ke dokter ivan. Saya konsultasi pada saat mens hari ke-3, hasil USG transvaginal terlihat bentuk rahim normal dan bersih, alhamdulilah, sedangkan suami setelah tes sperma hasilnya teratozoospermia. Setelah itu, tahapan selanjutnya yang harus dilalui adalah pemeriksaan HSG di bagian Radiologi RS Bunda yang kebetulan ditangani oleh Dr Tenri Abeng.

Untuk orang awam seperti saya, tentu bertanya-tanya, seperti apa HSG itu, yang paling mendasar apakah ‘menyakitkan’?? hehe.. untunglah dokter ivan memberi jurus ampuh, yaitu, minum Ponstan 1jam sebelum pemeriksaan.

Hari H pada saat pemeriksaan, terus terang deg-degan banget (karena emang belum pernah), setelah mengisi form pemeriksaan, suster mempersilahkan saya untuk menuju ruang radiologi. Didalam saya harus mengenakan pakaian khusus, biar steril dan memudahkan pemeriksaan, yang paling penting suami nggak boleh menemani lho..katanya sih ruang radiasi bahaya untuk orang-orang yang tidak berkepentingan hehe.. dlanjut ya, setelah berpakaian khusus itu, saya disuruh berbaring d ujung bawah tempat tidur dan dokter mulai melancarkan aksinya, yaitu memasang serangkaian alat di miss v dan menyemprotkan cairan yang di analogikan sebagai sperma. Untuk mengurangi rasa tegang, saya putuskan untuk tidak ‘mengintip’ proses yang dilakukan dokter, yang ada hanya pasrah dan berdoa…sambil nafas teratur…

Setelah cairan disemprotkan, saya dibantu suster untuk naik ke ujung atas tempat tidur, untuk mendekati mesin foto rontgen, posisi pas naik nggak boleh lepas dari tempat tidur, harus nempel sambil meringsek ke atas. Mulailah si mbak yang bagian mem-foto, dengan arahan dokter tenry abeng dengan jiwa keibuannya yang berusaha menenangkan pasien..hiks.. mencari posisi yang pas dengan ‘seragamnya’ yang seperti densus88, lengkap dengan rompi+kacamata, biar tidak terkena radiasi tentu saja, Setelah dicari yang pas (posisi terlentang), di ambil fotonya, jangan lupa ya sambil tahan napas. Posisi yang lain kaki kanan ditekuk sedikit ke arah kiri, di foto, dilanjutkan kaki kiri ditekuk sedikit kearah kanan dan difoto lagi. Selesai deh.. sebernarnya prosesnya nggak lama kok, sekitar ± 15 menitan, setelah itu kita dikasih pembalut untuk menampung cairan yang keluar. Saatnya kita keluar sambil menunggu hasil foto HSG, sekitar 30 menitan, total biaya 650 rb, hasilnya alhamdulilah kedua tuba patent.

Setelah mendapat hasil, saatnya bikin appointment dengan dr ivan, dan pilihan yang ada dari kondisi kita berdua adalah inseminasi yang akan dilakukan setalah lebaran. Semoga ada hasil yang membahagiakan,amin3x…     to be continued…..

 

Nur Faizah