Apa Itu Pembekuan Sel Telur? Tujuan, Prosedur hingga Biaya

Apa Itu Pembekuan Sel Telur? Tujuan, Prosedur hingga Biaya

Mungkin Anda pernah mendengar istilah pembekuan sel telur atau egg freezing. Istilah ini merujuk pada prosedur medis yang berhubungan dengan reproduksi wanita.

Pada dasarnya, pembekuan sel telur ini dilakukan untuk menjaga kualitas sel telur sebelum waktu penggunaannya. Dalam dunia medis, prosedur ini disebut juga kriopreservasi oosit.

Lalu, apa itu pembekuan sel telur? Siapa yang membutuhkan? Apa manfaatnya? Bagaimana persiapan dan prosedurnya? Dan apa efek sampingnya?

Semua akan dibahas pada artikel kali ini. Yuk langsung kita bahas!

Pembekuan Sel Telur Adalah?

Dilansir dari situs UCLA Health, kriopreservasi oosit atau pembekuan sel telur adalah prosedur dimana sel telur (oosit) diambil, dibekukan, dan disimpan sebagai metode untuk mempertahankan potensi reproduksi dari wanita.

Hal ini berkaitan dengan kesuburan wanita yang semakin menurun seiring pertambahan usia. Selain itu, kesuburan wanita juga dapat berkurang karena faktor medis, seperti pengobatan kanker, gangguan pada ovarium, adanya kelainan genetik.

Umumnya prosedur ini akan dilakukan saat kesuburan wanita masih baik, seperti saat masih muda dan ingin menunda kehamilan, atau sebelum menjalani perawatan medis yang akan mempengaruhi kesuburan.

Kualitas sel telur yang dibekukan akan tetap terjaga, sehingga peluang pembuahan saat sel telur dicairkan akan tetap tinggi.

Untuk informasi perbedaan pembekuan sel telur dan pembekuan embrio, kunjungi artikel berikut ini “Apa Itu Pembekuan Embrio? Prosedur hingga Efek Samping“.

Siapa yang Membutuhkan Prosedur Ini?

Tidak semua orang membutuhkan prosedur ini. Umumnya, dokter akan menyarankan pasien menjalani prosedur ini jika mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Ingin menjaga kualitas sel telur dengan tujuan untuk mendapat kehamilan di masa depan.
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami menopause dini.
  • Sedang menjalani prosedur bayi tabung dan tidak ingin melakukan pembekuan embrio karena masalah etis.
  • Terdapat kelainan pada kromosom yang bisa menyebabkan abnormalitas pada janin.
  • Mempunyai masalah kesehatan yang mempengaruhi kesuburan, seperti lupus, anemia sel sabit dan lainnya.
  • Mengidap kanker tiba-tiba dan membutuhkan perawatan kemoterapi atau terapi radiasi.

Manfaat Pembekuan Sel Telur

Egg freezing memang memberikan banyak manfaat, khususnya bagi wanita yang berpotensi mengalami masalah kesuburan di masa depan.

Adapun beberapa manfaat prosedur ini adalah:

1. Menjaga Kualitas Sel Telur Meski Usia Bertambah

Ketika wanita berusia 30 tahun ke atas, kualitas sel telur akan terus menurun. Jika pada usia tersebut pasangan masih belum siap mempunyai keturunan, maka pembekuan sel telur bisa dilakukan.

Dengan membekukan sel telur terlebih dulu, hal ini akan membantu menjaga peluang kehamilan meski usia wanita semakin bertambah.

2. Sebagai Persiapan sebelum Menjalani Perawatan Medis

Perawatan medis tertentu bisa saja menurunkan kesuburan wanita. Salah satunya adalah pada pengobatan kanker yang menggunakan kemoterapi atau radioterapi.

Metode pengobatan tersebut berpotensi untuk menurunkan kesuburan wanita.

Selain itu, ada juga tindakan bedah yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada ovarium, sehingga akan berdampak pada kesuburan wanita.

3. Menjaga Peluang Hamil dari Penyakit Tertentu

Ada berbagai penyakit yang dapat menurunkan kesuburan wanita, seperti gangguan ovarium atau penyakit yang disebabkan karena masalah genetik.

Permasalahan genetik yang mungkin dialami adalah:

  • anemia sel sabit
  • penyakit autoimun
  • riwayat keluarga yang mengalami menopause dini
  • riwayat keluarga kelainan pada kromosom (sindrom Turner atau sindrom X rapuh)
  • riwayat keluarga mutasi genetik yang mengharuskan pengangkatan ovarium (misalnya mutasi BRCA).

Jika wanita berpotensi mengalami gangguan kesuburan karena hal tersebut, maka peluang hamil di masa depan bisa dijaga dengan melakukan pembekuan sel telur.

Baca Juga: Mengenal Transfer Embrio Beku dan Persiapannya

Persiapan Egg Freezing

Sebelum prosedur pembekuan sel telur ini dimulai, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan.

Persiapan ini berkaitan dengan pengamatan siklus menstruasi, mengamati kualitas dan jumlah sel telur, pemeriksaan fisik, dan stimulasi ovarium.

Langkah-langkah yang umumnya dilakukan sebelum proses pembekuan sel telur antara lain:

  • Pemeriksaan ovarium untuk menilai kualitas dan kuantitas sel telur. Hal ini bertujuan untuk menilai respons ovarium terhadap obat kesuburan.
  • Tes darah yang bertujuan memeriksa kadar hormon follicle stimulating hormone dan hormon estradiol.
  • USG ovarium yang bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi ovarium.
  • Skrining penyakit menular untuk keamanan prosedur, seperti HIV/AIDS, hepatitis B dan hepatitis C.

Setelah menjalani persiapan tersebut, dokter akan memulai proses stimulasi ovarium dengan prosedur injeksi hormon.

Pada umumnya, seorang wanita hanya melepaskan satu sel telur saja setiap bulan. Namun, pada egg freezing, produksi sel telur perlu dirangsang agar ada banyak sel telur yang bisa diambil.

Tahap ini dilakukan dengan memberikan hormon sintetik yang berfungsi untuk merangsang produksi sel telur dan mencegah terjadinya ovulasi dini.

Hal ini bertujuan untuk memperbanyak jumlah sel telur yang dapat dikumpulkan dan dibekukan. Semakin banyak sel telur yang dikumpulkan, maka semakin tinggi peluang kehamilan di masa mendatang.

Selama proses ini, dokter akan memonitor kondisi tubuh pasien untuk memastikan bahwa obat stimulan diterima dengan baik oleh tubuh.

Prosedur Pembekuan Sel Telur

Setelah melakukan persiapan yang matang, langkah selanjutnya adalah melakukan prosedur ovum pick-up dan pembekuan sel telur.

Ovum Pick-up

Prosedur ovum pick-up atau pengambilan sel telur biasanya dilakukan di rumah sakit atau klinik dengan peralatan lengkap. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Prosedur ini diawali dengan proses bius total.
  2. Setelah bius bekerja, dokter akan mempersiapkan alat aspirasi ultrasonografi transvaginal dengan cara memasukkannya ke dalam vagina.
  3. Dokter akan memasukkan jarum aspirasi tipis ke ovarium melalui vagina dengan panduan alat USG tranvaginal yang sudah dipasang.
  4. Jika sudah pada posisi yang tepat, jarum aspirasi akan menyedot cairan folikel yang berisi sel telur matang dan menyimpannya di sebuah tabung.
  5. Setelah itu, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan.

Setelah prosedur ini dilakukan, pasien mungkin akan mengalami kram perut dan perut terasa penuh (begah) selama beberapa hari.

Proses Pembekuan

Setelah cairan folikel diambil, cairan tersebut akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium untuk memastikan adanya sel telur dan untuk melakukan pemisahan sel telur.

Setelah itu, sel telur akan diberi cairan khusus untuk melindungi sel telur dari terbentuknya kristal es saat proses pembekuan. Hal ini penting karena pembentukan kristal es dapat merusak sel telur.

Kemudian, sel telur akan dibekukan dengan metode vitrifikasi atau pembekuan cepat. Sel telur yang sudah beku akan disimpan dalam cairan nitrogen dengan suhu -196 derajat celcius.

Baca Juga: Apa Itu IVF? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Efek Samping dan Risiko Egg Freezing

Selama prosedur ini dijalankan, Anda akan menjalani terapi yang dapat memicu beberapa efek samping. Meskipun jarang terjadi, namun Anda perlu memahami efek samping berikut ini:

  • Pada beberapa kasus terdapat risiko OHSS atau ovarian hyperstimulation syndrome. OHSS adalah kondisi dimana ovarium membengkak dan mengeluarkan cairan. Gejala yang akan dirasakan adalah perut terasa nyeri, kembung, begah, mual, muntah hingga diare.
  • Prosedur ini juga memiliki risiko terjadinya iritasi kulit, infeksi, dan pendarahan saat prosedur ovum pick-up dilakukan.
  • Terapi hormon yang dilakukan dapat berpengaruh pada suasana hati dan menyebabkan stres.

Biaya Pembekuan Sel Telur di Indonesia

Setiap rumah sakit memasang biaya yang berbeda-beda. Pada saat artikel ini dibuat, biaya yang dibutuhkan untuk menjalani prosedur ini mulai dari Rp50.000.000 hingga ratusan juta rupiah.

Hal ini dikarenakan adanya banyak persiapan dan obat-obatan yang perlu diberikan pada pasien sesuai dengan kondisinya masing-masing.

Selain itu, masih ada biaya penyimpanan di laboratorium sebesar jutaan rupiah untuk setiap tahunnya. Oleh karena itu, biaya prosedur ini juga ditentukan dari berapa lama sel telur disimpan.

Meski demikian, perlu diingat bahwa harga tersebut hanya untuk menjadi acuan saja, karena setiap rumah sakit memberikan paket prosedur yang berbeda-beda dan bisa berubah setiap saat.

Untuk Anda yang berminat menjalani pembekuan sel telur ini, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter ahli dan memilih fasilitas kesehatan terpercaya.

Jika Anda tertarik dengan pembahasan dr. Ivan Sini seputar kesuburan dan kehamilan lebih lanjut, jangan lupa cek artikel lainnya serta follow dan subscribe TikTok, Instagram dan Youtube dr. Ivan Sini ya!

 

Sumber Referensi:

Recent Posts