Apakah Bisa Test Pack Positif Palsu? Ini Penjelasannya

Hasil Testpack Bisa Saja Positif Palsu

Saat melakukan tes kehamilan menggunakan test pack, ada kemungkinan test pack positif palsu atau hasil positif yang salah.

Secara umum, test pack merupakan alat yang paling cepat dan praktis yang bisa dipakai untuk mengetahui kehamilan.

Meskipun test pack dapat memberikan hasil dengan cepat dan cukup akurat, namun masih ada kemungkinan hasilnya keliru jika penggunaannya tidak tepat.

Pada artikel kali ini, kita akan mendalami tentang hasil positif palsu, penyebabnya, hingga kapan waktu yang tepat untuk menggunakan test pack.

Apa Itu Test Pack Positif Palsu?

Umumnya, jika test pack mendeteksi terjadinya kehamilan, maka alat ini akan menampilkan dua garis berwarna merah.

Akan tetapi, alat tes ini tidak memiliki tingkat akurasi 100%, sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan.

Salah satu masalah yang dapat terjadi adalah hasil positif palsu.

Hasil test pack positif palsu artinya alat ini menampilkan garis dua berwarna merah, padahal orang tersebut sebenarnya tidak hamil.

Kesalahan tersebut memang jarang terjadi, tetapi tentu akan berdampak besar jika seseorang tidak melakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter.

Baca Juga: 12 Ciri Ciri Hamil Muda yang Paling Awal Terjadi

Cara Kerja Test Pack

Pada dasarnya, cara kerja test pack yaitu mendeteksi adanya hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang ada di dalam urine maupun darah.

Kadar hormon ini akan meningkat saat hamil.

Hormon hCG diproduksi oleh plasenta setelah sel telur yang sudah dibuahi menempel pada dinding rahim.

Nah, saat test pack memberikan hasil yang positif, artinya alat tersebut mendeteksi adanya hormon hCG di dalam urine.

Selain itu, kadar hormon hCG juga akan meningkat seiring usia kehamilan.

Oleh karena itu, jika Anda terlalu cepat menggunakan test pack, maka Anda bisa juga mendapatkan hasil negatif palsu.

Untuk penjelasan lebih lanjut tentang kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes kehamilan, cek artikel berikut “Waktu yang Tepat untuk Tes Kehamilan dan Persiapannya“.

Penyebab Test Pack Positif Palsu

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tidak semua hasil test pack yang positif berarti wanita tersebut benar-benar hamil.

Ada beberapa penyebab yang menyebabkan alat tes kehamilan tersebut menunjukkan hasil positif yang palsu, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan Test Pack Salah

Penyebab pertama mengapa test pack dapat menunjukkan hasil positif yang palsu adalah penggunaannya yang salah.

Adapun kesalahan dalam penggunaan test pack yaitu:

  • Membeli test pack yang sudah kadaluarsa
  • Terlalu cepat atau terlalu lama mencelupkan test pack ke dalam urine
  • Membiarkan test pack begitu saja setelah dipakai
  • Melakukan tes pada siang hari setelah makan dan minum

Hal-hal tersebut perlu dihindari agar hasil tes bisa lebih akurat.

2. Baru Alami Keguguran

Saat mengalami keguguran, hormon hCG masih akan ada dalam urine dan darah hingga 6 minggu setelahnya.

Hal inilah yang menyebabkan jika Anda menggunakan test pack setelah mengalami keguguran maka akan memberikan hasil positif palsu.

Jadi, yang terdeteksi saat itu adalah hormon hCG pada kehamilan sebelumnya.

Untuk mengangkat sisa jaringan tersebut di dalam tubuh, dibutuhkan prosedur kuretase.

Namun, jika setelah menjalani prosedur tersebut lalu melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif, maka kemungkinan hal tersebut bukan hasil yang palsu.

3. Hamil Ektopik

Kehamilan ektopik juga dapat menyebabkan hasil test pack menjadi palsu.

Kondisi ini terjadi karena sel telur yang telah dibuahi berada di luar rongga rahim, seperti saluran tuba falopi, rongga perut, ovarium, maupun serviks.

Keadaan seperti itu termasuk kondisi darurat medis, karena kehamilan tidak bisa dilanjutkan.

Jika tidak mendapatkan penanganan dengan cepat, maka hal ini akan membahayakan keselamatan ibu.

Selain itu, embrio juga tidak memiliki tempat untuk tumbuh dan berkembang, sehingga tidak dapat hidup.

4. Hamil Kimia

Selain hamil ektopik, seseorang yang hamil kimia juga bisa mendapatkan hasil test pack positif palsu.

Kehamilan kimia terjadi saat seseorang mengalami keguguran saat kandungannya masih berbentuk embrio dengan usia kurang dari 5 minggu. Dengan kata lain, embrio dalam rahim gagal berkembang.

Meskipun janin di dalam perut tidak berkembang, tetapi jika dilakukan tes akan menunjukkan hasil positif.

Kondisi ini umumnya terjadi saat awal kehamilan, meskipun sang ibu belum mengalami gejala apapun terkait kehamilannya.

Hindari Test Pack Positif Palsu, Kapan Waktu Tes yang Tepat?

Umumnya, orang-orang akan melakukan tes saat merasakan tanda-tanda kehamilan. Mulai dari terlambat menstruasi, mual-mual (morning sickness), kram pada bagian perut, perubahan pada payudara, dan lain-lain.

Waktu yang tepat untuk melakukan tes kehamilan adalah hari pertama saat telat haid.

Namun, jika ingin hasil yang lebih akurat adalah tes setelah terlambat menstruasi selama 1 – 2 minggu.

Selain itu, penggunaan test pack sebaiknya dilakukan setelah bangun tidur di pagi hari.

Hal ini disebabkan karena urine pertama akan lebih pekat yang mendukung hasil tes menjadi lebih akurat.

Meskipun banyak test pack yang mengklaim hasil akurat 90%, tetapi hasil yang diberikan masih bisa keliru karena berbagai penyebab.

Untuk memastikan kehamilan, sebaiknya ibu melakukan pemeriksaan langsung ke dokter.

Demikian pembahasan tentang test pack positif palsu.

Jika Anda tertarik dengan pembahasan dr. Ivan Sini seputar program hamil dan kehamilan muda, jangan lupa cek artikel lainnya serta follow dan subscribe TikTok, Instagram dan Youtube dr. Ivan Sini ya!

 

Sumber Gambar: Freepik

Recent Posts

Peran Genomik dalam Pemeriksaan DNA Forensik

Peran Genomik dalam Pemeriksaan DNA Forensik

Anda pernah menonton serial Crime Scene Investigation (CSI)? CSI bercerita tentang cara tim forensik dari Las Vegas untuk membongkar kasus kriminal hingga kematian yang tidak wajar. Apakah genomik bisa membantu…
Read more >