Hindari Stress Selama Program Kesuburan

Hindari Stress Selama Program Kesuburan

Dalam kehidupan pernikahan memiliki momongan menjadi hal yang utama dalam membentuk sebuah keluarga. Sebagian besar pasangan dapat dengan mudahnya untuk menghasilkan keturunan, akan tetapi tidak sedikit juga pasangan yang membutuhkan usaha lebih untuk bisa memiliki keturunan seperti dengan menjalani program inseminasi atau bayi tabung.

Pasangan yang mengikuti program kesuburan akan memiliki tingkat stress yang lebih tinggi dibandingkan dengan terjadinya perubahan besar di dalam kehidupan seperti adanya kematian salah satu anggota keluarga ataupun  adanya perceraian atau perpisahan.

Tingkat stress pasangan yang mengikuti program kesuburan akan berbeda-beda tergantung dari kepribadian dan pengalaman hidup dari masing-masing orang. Program kesuburan ini akan menimbulkan stress yang beranekaragam bagi pasangan, dan berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan pasangan, baik itu perkawinan, sosial, fisik, emosional, keuangan maupun religius.

Program yang lama dan pelayanan pengobatan yang lama bisa mengakibatkan stress yang bisa mengganggu keutuhan keluarga, pekerjaan maupun aktivitas sosial. Program kesuburan juga bisa berdampak pada hubungan pernikahan, karena menurunnya hubungan intim dikarenakan proses pengobatan hormonal. Dan pasangan juga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk program kesuburan ini dengan kemungkinan keberhasilan yang terbatas.

Begitu pula berhubungan dengan staf medis atau kemungkinan efek samping pengobatan merupakan stress tersendiri, seperti hot flashes (perasaan tiba-tiba seperti demam), sakit kepala, perubahan mood, tindakan suntik, dan tindakan USG.

Untuk mencegah stress sebelum mengikuti program kesuburan sebaiknya pasangan sudah mencari-cari informasi  tentang kesehatan reproduksi pasangan, proses program kesuburan yang akan diikuti, dan rencana pengobatan di Klinik Kesuburan yang akan diikuti, setelah itu membuat rencana ke depan. Karena apabila sudah mengetahui apa yang akan dikerjakan, akan lebih mudah dalam pengambilan keputusan dan mencegah timbulnya rasa cemas yang terjadi dikarenakan ketidaktahuan.

Dengan mengerti proses program kesuburan yang akan dijalani, maka semakin rendah timbul stress. Informasi bisa diperoleh dari Klinik Kesuburan yang akan diikuti atau diperoleh dari artikel-artikel atau bisa bertanya-tanya pada orang-orang yang telah menjalani program tersebut. Akan lebih bagus lagi apabila pasangan bertemu dengan Konselor program kesuburan sebelum melakukan program kesuburan.

Hal terpenting yang jangan sampai dilewatkan adalah memelihara hubungan antar pasangan. alasannya, pasangan dengan kondisi ketidaksubura mungkin telah melakukan perjuangan yang cukup lama dan melelahkan yang bisa menggangu kondisi mental, hubungan pernikahan, maupun hubungan dengan orang lain. Sebelum melakukan Program Kesuburan sebaiknya dalam kondisi emosi yang bagus dan hubungan antar pasangan yang cukup kuat untuk bisa menjalankan Program Kesuburan tersebut.

Tidak bertindak saling menyalahkan atau memojokkan salah satu pihak mengenai kesuburan, melainkan saling mendukung satu dengan lainnya. Perbanyak waktu berdua atau quality time diantara pasangan untuk membahas program kesuburan yang tengah dijalani, serta menghindari pemikiran – pemikiran negatif mengenai kehamilan, tetaplah untuk selalu berpikiran positif dan realistis. Sekali lagi ditekankan bahwa konseling akan sangat berguna apabila anda atau pasangan anda merasa depresi, anxiety, dan secara emosional merasa terjebak. Pencegahan akan lebih baik dilakukan sebelum timbul masalah yang lebih besar.

Kenali cara mengatasi stress Anda, karena tiap orang akan memiliki cara yang berbeda untuk mengatasi stress. Biasanya pada wanita, untuk menghilangkan stress salah satunya dengan curhat kepada teman ataupun keluarga. Apabila Program Kesuburan sudah berjalan, sebaiknya mencoba menjalin hubungan dengan salah satu staf medis yang bisa dipercaya untuk mencurahkan perasaan. Sedangkan pada pria biasanya dengan melakukan aktivitas atau hobi dapat menurunkan stress.

Sebagai tambahan, berolah raga merupakan cara yan paling efektif untuk mengurangi stress, anxiety dan depresi. Olahraga ringan seperti jalan, jogging, berenang, dan sejenisnya dapat melepaskan hormon endorfin yang baik untuk wanita. Selain dapat mengurangi dampak stress, melakukan olahraga juga bisa memberikan efek badan yang sehat serta tubuh yang ideal.

Kegiatan relaksasi pikiran atau yang biasa dikenal dengan yoga juga terkenal dengan kemampuannya dalam mengatasi tekanan stress. Cobalah untuk mengambil kelas yoga atau melakukan yoga secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menurunkan hormon yang memicu stress.

Selain melakukan yoga, penting untuk dipraktekan adalah Mind/Body Program yang belakangan ini sedang marak dilakukan. Program   yang mengedepankan teknik – teknik relaksasi yang perlu diterapkan setiap hari dan dijadikan sebagai gaya hidup. Teknik relaksasi tersebut meliputi manajemen stress serta merubah gaya hidup yang negatif seperti merokok, mengonsumsi alkohol dan kafein. Hasilnya publikasi dari American Society of Reproductive Medicine, menunjukkan bahwa wanita yang menjalankan Mind/Body Program untuk meringankan dampak stress saat dalam menjalankan program kesuburan justru memiliki tingkat kehamilan yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak menjalankan Mind/Body Program (52% berbanding 20%).

Disamping melakukan kegiatan seperti olahraga dan yoga, mendengarkan lagu yang membuat rileks juga menjadi faktor pendukung dalam mengurangi rasa stress yang dialami. Mendengarkan lagu rileksasi  sambil melakukan berbagai aktivitas sehari – hari juga membantu membuat anda lebih fokus dan konsentrasi. Hal ini berperan juga dalam meringankan beban pikiran yang bisa menimbulkan stress.

Dalam menjalankan program kesuburan hal yang terpenting bagi pasangan adalah untuk tetap tidak terlalu stress dalam memikirkan mendapatkan momongan. Dengan banyaknya tekanan yang membuat pikiran menjadi stress justru dapat menghambat kesuburan, baik bagi pria maupun wanita. Penelitan mengatakan bahwa dengan semakin rileks, maka semakin besar peluang untuk bisa hamil dan memiliki keturunan.

Recent Posts

Tips Menghidari Serangan GERD

Tips Mencegah Serangan GERD Kambuh

Pada artikel sebelumnya, kita sudah banyak membahas tentang pengalaman pasien GERD, penyebab hingga gejalanya. Kali ini, kita akan membahas tentang apa saja tips untuk mencegah serangan GERD kambuh berdasarkan pengalaman…
Read more >
Bisakah Mengelola GERD dalam Kehidupan Aktif

Bisakah Mengelola GERD dalam Kehidupan Aktif?

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), sering kali dianggap sebagai halangan untuk orang yang ingin menjalani gaya hidup aktif. Namun, bagi Bu Nita, anggapan tersebut tidak berlaku. Di tengah kesibukan dan kecintaannya…
Read more >