Menopause, Osteoporosis, dan Gejalanya

Menopause dan Gejalanya

Menopause adalah proses perubahan pada wanita. Proses ini memberikan tanda berakhirnya haid (datang bulan), ovulasi (bertelur) dan kesuburan. Menopause adalah hal yang alami. Setiap wanita melalui proses ini dengan caranya masing masing. Banyak wanita yang tidak mempunyai masalah, tetapi pada wanita yang lainnya proses ini dapat sangat mengganggu terutama dengan gejala gejala yang dialami.

Menopause terjadi pada saat haid bulanan berhenti. Secara definisi konfirmasi menopause adalah tidak adanya haid selama 12 bulan berturut turut.
Pada umunya menopause terjadi pada usia 45 sampai 60 tahun. Data statistik menunjukkan bahwa usia rata rata menopause adalah 51.6 tahun. Kebanyakan wanita akan menyambut menopause sebagai kebebasan. Baik itu dari aspek haid bulanan maupun dari aspek kontrasepsi.

Mengetahui lebih lanjut mengenai menopause dan informasi terkait merupakan hal yang berguna bagi wanita dalam melalui proses ini terutama terhadap perubahan-perubahan fisik tubuh dan psikomotorik. Hal ini akan membantu mengerti dan mendiskusikan manajemen klinis terhadap rekomendasi medis yang yang mungkin dianjurkan dokter untuk memperbaiki kualitas hidup.

Menopause Dini (Premature Menopause)
Apabila menopause terjadi pada usia dibawah 40 tahun, hal ini dikategorikan sebagai menopause dini. Menopause dini terjadi pada sekitar 1 dari 100 wanita. Penyebab hal ini masih belum diketahui, tetapi yang diketahui sejauh ini adalah beberapa penyebab genetik, kegagalan kelenjar hormonal, serta suplai sel telur yang telah habis jauh sebelum waktunya. Histerektomi (Operasi pengangkatan rahim) walaupun kandung telurnya ditinggalkan, tetap akan mempunyai resiko gejala menopause datang lebih dini.

Seperti yang kita tahu bahwa menopause adalah salah satu tanda berakhirnya masa subur, tentu hal ini akan menakutkan bagi wanita yang masih muda yang masih berharap mempunyai anak. Terapi hormon pada umumnya akan direkomendasikan pada menopause dini oleh dokter anda untuk mensuplementasi kandung telur yang tidak berfungsi lagi.

Tanda dan Gejala Menopause
Walaupun semua wanita akan melaui proses yang sama dalam menopause akan tetapi setiap individual akan mempunyai tanda dan gejala yang berbeda. Perubahan dan gejala menopause yang dapat dirasakan adalah sebagai berikut:

Perubahan Siklus Menstruasi
Salah satu tanda datangnya menopause adalah perubahan siklus haid. Biasanya siklus akan menjadi tidak teratur dan kadang lebih pendek dan kadang lebih panjang dari biasanya. Haid anda dapat lebih banyak tetapi juga dapat lebih sedikit.

“Hot Flushes”
Gejala ini merupakan salah satu tanda yang paling umum dikeluhan oleh wanita. Hot flushes adalah rasa hangat/panas yang tiba tiba datang di sekitar muka, leher, dada, punggung yang dapat terjadi sekitar beberapa menit. Biasanya wanita akan merasakan gejala ini timbul pada tahun tahun pertama menopause dan akan bertahap menghilang dengan sendirinya. Keringat pada malam hari juga dikenal sebagai salah satu gejala yang sering dialami wanita. Namun, perlu diinggat tidak semua wanita akan mengalami gejala ini.

Gejala pada kemaluan dan berkemih
Rendahnya kadar estrogen akan berakibatkan berkurangnya elastisitas dan kelembaban vagina yang dapat menyebabkan hubungan seksual menjadi terganggu. Rendahnya kadar tersebut juga dapat memperngaruhi pola berkemih dan meningkatkan resiko cystitis (infeksi saluran kemih)

Gangguan Emosi
Perubahan mood yang cepat berganti banyak mempengauhi perilaku dan hubungan sosial wanita. Hal ini dapat terkait dengan rendahnya kadar estrogen. Akan tetapi hal ini lebih sering terkait dengan perubahan hidup pada umumnya.

Hubungan seksual
Perubahan keinginan untuk berhubungan seksual dapat berubah pada saat ini, dimana banyak terkait dengan hal yang bukan tergantung pada rendahnya kadar estrogen. Hal yang mungkin menjadi penyebab adalah tendesi alamiah berkurangnya nafsu seksual, perasaan wanita terhadap perubahan bentuk tubuh, hubungan dengan suami dan perasaan lelah pada umumnya dapat menjadi faktor utama.

Tanda dan gejala lain
Perubahan contour kulit dan nyeri sendiri dapat menjadi bagian dari perubahan menopause.

Osteoporosis
Osteoporosis adalah kondisi dimana tulang menjadi lemah dan keropos dikarenakan kurangnya kalsium. Proses berkurangnya kalsium adalah alamiah. Akan tetapi pada saat menopause proses ini menjadi lebih cepat.

PEMERIKSAAN
Pemeriksaan rutin ke dokter anda memungkin untuk deteksi dini masalah fisik maupun psikologis pada masa menopause.
• Pap Smear dianjurkan dua tahun sekali untuk mendeteksi dini kanker leher rahim sampai wanita berusia 70 tahun atau sampai dokter anda menganjurkan berhenti
• Wanita diatas 50 tahun dianjurkan rutin mammogram setiap 2 tahun. Untuk wanita yang mempunyai resiko tinggi mammogram dianjurkan setahun sekali
• Bone Densitometry setiap dua sampai lima tahun sekali untuk menilai resiko osteoporosis terutama pada wanita beresiko tinggi mengalami osteoporosis.

PENGOBATAN
Pengobatan yang terbaik adalah pada tahap pencegahan. Olahraga dan gaya hidup sehat merupakan kunci keberhasilan manajemen masa menopause. Terapi hanya diperuntukkan pada wanita yang mengalami gangguan pada masa menopause.. Terapi yang dapat diberikan terdiri dari
• Terapi sulih hormon
Hormon yang disuplementasikan adalah estrogen yang merupakan komponen penting pada wanita yang hilang pada masa menopause. Terapi hormon ini akan efektif dalam memperbaiki gejala neurosimpatik yang sering dikeluhakan wanita. Perbaikan resiko osteoporosispun dapat dilihat pada wanita yang mempunyai permasalahan dengan kerapuhan tulang. Walaupun demikian penggunaan terapi sulih hormon ini banyak diperdebatkan terutama mengenai resiko kanker payudara dan kandungan dikemudian hari. Saat ini konsensus di dunia adalah penggunaan terapi hormon sebenarnya aman dengan penekanan bahwa resiko kanker memang sedikit meningkat 5 dari 10.000 pasien. Hal ini harus dimengerti oleh pasien
• Hormon sintetik
Terapi dapat berupa terapi natural dari kacang kedelai dan isoflavon. Penelitian sedang banyak berlangsung mengenai efektifitas obat obatan ini
• Kalsium

Pada wanita yang mengalami kondisi seperti prolapse uteri dan inkontinensia fisioterapi dan operasi merupakan pilihan terapi sesuai dengan kondisi masing masing pasien.

Recent Posts

Tips Menghidari Serangan GERD

Tips Mencegah Serangan GERD Kambuh

Pada artikel sebelumnya, kita sudah banyak membahas tentang pengalaman pasien GERD, penyebab hingga gejalanya. Kali ini, kita akan membahas tentang apa saja tips untuk mencegah serangan GERD kambuh berdasarkan pengalaman…
Read more >
Bisakah Mengelola GERD dalam Kehidupan Aktif

Bisakah Mengelola GERD dalam Kehidupan Aktif?

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), sering kali dianggap sebagai halangan untuk orang yang ingin menjalani gaya hidup aktif. Namun, bagi Bu Nita, anggapan tersebut tidak berlaku. Di tengah kesibukan dan kecintaannya…
Read more >