PCOS Apakah Bisa Sembuh? Ikuti Cara Ini!

Wanita yang mengalami nyeri rahim karena PCOS. PCOS Apakah Bisa Sembuh?

Wanita dapat menderita penyakit infertilitas karena sejumlah faktor. Salah satu penyakit yang cukup sering diderita adalah polycystic ovarian syndrome (PCOS).

Biasanya POCS ditandai dengan tingginya kadar hormon maskulin/hormon androgen di dalam tubuh.

Ini menyebabkan ovarium atau indung telur pada rahim memproduksi kantong yang berisi cairan. Dampaknya sel-sel telur tidak berkembang.

Banyak yang bertanya PCOS apakah bisa sembuh secara alami?

Pada artikel ini, kita akan membahas pengertian, gejala, hingga cara mengobati PCOS yang bisa Anda lakukan.

Baca Juga: Azoospermia Obstruktif & Non-Obstruktif, Cegah & Obati

Apa Itu Polycystic Ovarian Syndrome atau PCOS?

Dilansir dari John Hopkins Medicine, PCOS adalah kondisi di mana ovarium memproduksi hormon androgen secara berlebihan.

Hormon androgen merupakan hormon seks pria yang umumnya ada di tubuh wanita dalam jumlah kecil saja.

Ketidakseimbangan hormon ini membuat proses pelepasan sel telur (ovulasi) terhambat.

Penderita PCOS berkemungkinan mengalami tiga kondisi dalam tubuhnya, yaitu

  • siklus menstruasi yang tidak teratur setiap bulan
  • pertumbuhan kista dalam tubuh
  • produksi hormon androgen yang lebih tinggi dari pada produksi hormon estrogen.

Pada kasus yang sudah parah, kista yang tumbuh dalam ovarium menghalangi respons folikel yang menjadi tempat menempel sel telur belum matang.

Akibatnya folikel tidak melepaskan sel-sel telur tersebut.

Hal inilah yang membuat penderitanya memiliki jadwal menstruasi tidak teratur, bahkan tidak mengalami menstruasi.

Dampaknya, penderita akan sulit untuk mendapatkan kehamilan. Dan jika berhasil mendapat kehamilan, ada beberapa risiko yang dapat terjadi, seperti:

  • Bayi prematur
  • Keguguran
  • Hipertensi
  • Diabetes

Gejala PCOS

POCS biasanya diderita oleh wanita usia subur (15-44 tahun). Beberapa gejala awal yang dirasakan oleh penderita adalah sebagai berikut:

1. Siklus Menstruasi Tidak Teratur

PCOS sering ditandai dengan jadwal menstruasi yang tidak teratur atau berkepanjangan.

Misalnya, penderitanya akan mengalami haid kurang dari 8-9 kali dalam 1 tahun.

Lalu bisa juga jarak antara haid bulan ini dan bulan sebelumnya kurang dari 21 hari atau bahkan lebih dari 35 hari.

Bahkan pada beberapa kasus, penderita tidak mengalami menstruasi dalam jangka waktu panjang.

2. Nyeri pada Rahim

Pada penderita PCOS, bisa ditemukan kantong-kantong kista di sekitar sel telur (ovarium).

Ini menyebabkan rasa nyeri berlebih pada area rahim.

3. Pertumbuhan Rambut Berlebih

Akibat kadar hormon androgen yang meningkat melebihi hormon estrogen, gejala yang terjadi yaitu munculnya gejala fisik pria pada wanita.

Contohnya tumbuh rambut lebat di area wajah dan tubuh (hirsutisme), munculnya jerawat parah di wajah, hingga kebotakan.

4. Perubahan Warna Kulit di Bagian Tubuh Tertentu

Misalnya warna kulit penderita PCOS menjadi gelap, terutama di area lipatan, seperti lipatan leher, selangkangan, dan bagian bawah payudara.

PCOS Apakah Bisa Sembuh?

Penyakit PCOS bisa disembuhkan dengan beberapa metode. Metode pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala, kondisi kesehatan pasien, dan rencana kehamilan pasien.

Meski demikian, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mendiskusikan metode pengobatan yang paling tepat.

Penderita juga masih bisa hamil, walaupun perlu pengawasan dokter yang lebih agar kehamilan berlangsung lancar.

Baca Juga: Mengenal Teknologi Reproduksi Berbantu dan Jenisnya

Cara Pengobatan PCOS

Terkait dengan PCOS apakah bisa sembuh dan bisa hamil, dokter umumnya akan mengevaluasi kondisi pasien sebelum menentukan metode pengobatan.

Berikut beberapa cara pengobatan PCOS yang dapat dilakukan:

1. Merubah Gaya Hidup

Cara pengobatan PCOS alami yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengubah gaya hidup.

Perubahan gaya hidup ini meliputi rutin berolahraga, menjaga pola makan, dan tidur yang teratur serta cukup.

Dengan perubahan tersebut, diharapkan pasien bisa menurunkan berat badan, sehingga gejala PCOS bisa berkurang.

Melalui metode tersebut, tubuh akan mengelola insulin dengan lebih baik, sehingga kadar glukosa dalam darah menurun dan mendorong proses ovulasi.

2. Menggunakan Obat-obatan

Selain cara yang alami, dokter juga bisa memberikan perawatan dengan konsumsi obat-obatan, seperti:

  • Pil KB, untuk mengontrol siklus menstruasi dan menurunkan produksi hormon androgen.
  • Clomifene, Letrozole, dan Metformin, yang dapat membantu ovulasi dan menormalkan siklus menstruasi.
  • Terapi hormon progesteron untuk menormalkan kembali siklus haid.
  • Spironolactone, untuk mengurangi rambut yang tumbuh dan jerawat berlebih.

3. Metode Electrolysis

Electrolysis merupakan metode yang menggunakan aliran listrik rendah untuk menghancurkan folikel rambut pada kulit.

Terapi ini ditujukan untuk mengobati gejala PCOS yang mengakibatkan pertumbuhan rambut berlebih di tubuh pengidap.

4. Tindakan Laparoskopi Ovarium

Metode pengobatan ini dapat dilakukan untuk pengidap PCOS yang ingin hamil.

Operasi ini dilakukan dengan metode bedah laparoskopi, yang tujuannya untuk menghancurkan sebagian kecil dari jaringan ovarium, sehingga membantu ovarium bekerja lebih baik.

Prosedur ini diharapkan juga membantu wanita dalam meningkatkan ovulasi, sehingga kehamilan dapat terjadi.

Selain itu, perempuan yang mengidap PCOS juga bisa menjalani program bayi tabung untuk mendapatkan kehamilan.

Itulah pembahasan terkait PCOS, mulai dari pengertian hingga cara mengatasinya. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda merasa mengidap penyakit ini.

Jika Anda tertarik dengan pembahasan dr. Ivan Sini seputar program hamil dan kehamilan muda, jangan lupa cek artikel lainnya serta follow dan subscribe TikTok, Instagram dan Youtube dr. Ivan Sini ya!

Recent Posts

Peran Genomik dalam Pemeriksaan DNA Forensik

Peran Genomik dalam Pemeriksaan DNA Forensik

Anda pernah menonton serial Crime Scene Investigation (CSI)? CSI bercerita tentang cara tim forensik dari Las Vegas untuk membongkar kasus kriminal hingga kematian yang tidak wajar. Apakah genomik bisa membantu…
Read more >