Pendarahan Pada Awal Kehamilan, Bahayakah?

Pendarahan Setelah Trimester Pertama, Perlukah Bunda Khawatir?

Munculnya noda darah pada masa kehamilan memang membuat para ibu hamil syok dan merasa cemas akan kondisi kandungannya. Terutama pada saat usia kehamilan masih kurang dari 12 minggu, tidak sedikit ibu hamil yang mengalamin kondisi pendarahan. Pasalnya, pendarahan pada trimester pertama kehamilan identik dengan terjadinya keguguran dan hal inilah yang menjadi kecemasan semua para ibu. Akan tetapi tidak semua pendarahan berujung pada keguguran. Walaupun demikian penting untuk para ibu mengecek atau memeriksakan kondisi kehamilan untuk memastikan kandungan tetap aman.
Terdapat beberapa pendarahan yang terjadi pada trimester pertama kehamilan:

– Pendarahan Implantasi
Pendarahan ini terjadi pada 10-14 hari setelah terjadinya pembuahan pada telur. Pendarahan yang tampak berupa bercak-bercak darah dan berlangsung hanya sekitar 1-2 hari. Pendarahan ini masuk dalam kategori normal dan relative umum dialami oleh para ibu hamil di trimester pertama. Pendarahan terjadi karena menempelnya telur yang telah dibuahi pada dinding rahim yang menyebabkan adanya darah merembes dari leher rahim ke vagina. Namun jika pendarahan terus berlanjut maka sangat diperlukan untuk memeriksakannya ke dokter kandungan sesegera mungkin.

– Pendarahan Keguguran
Keguguran rentan terjadi pada masa trimester pertama kehamilan. Dikarenakan kondisi janin yang masih dalam tahap proses pembentukan dari sel telur menjadi embrio kemudian menjadi janin yang seutuhnya. Terjadinya keguguran umumnya tidak dapat di identifikasi secara pasti. Namun, umumnya keguguran pada trimester pertama ini terjadi karena kelainan pada kromosom bayi, penyebabnya bisa dari sel telur atau sel sperma yang rusak, atau bisa juga pada saat proses pembelahan zigot yang tidak sempurna.
Selain itu, banyak gejala lain yang bisa menjadi pemicu keguguran yakni kebiasaan gaya hidup (rokok, alcohol, obat-obatan), masalah hormone, stress, dan trauma yang dialami ibu.
Pendarahan yang menjadi ancaman terjadinya keguguran biasanya diikuti dengan gejala rasa nyeri di bagian bawah perut, keluarnya cairan melalui vagina, keluarnya jaringan melalui vagina, serta tidak merasakan adanya nyeri pada payudara.

– Kehamilan Ektopik ( kehamilan diluar rahim )
Kehamilan ektopik ini terjadi jika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar dinding rahim (biasanya pada saluran telur atau tuba falopi). Jika hal ini dibiarkan, maka lama kelamaan sel telur akan terus berkembang dan menyebabkan robeknya tempat dimana sel telur tersebut menempel, sehingga menyebabkan terjadinya pendarahan. Pendarah pada kehamilan ektopik ini sangat berbahaya, karena dapat juga mengancam nyawa dari sang ibu. Gejala dari pendarahan ini biasanya muncul diatas minggu ke 6 usia kehamilan. Gejala yang umumnya terjadi adalah pendarahan yang diikuti dengan rasa nyeri diperut.

– Kehamilan molar (molar pregnancy)
Kehamilan molar atau bisa juga disebut penyakit trofoblas gestasional merupakan kondisi yang cukup langka. Kehamilan molar adalah kondisi jaringan abnormal (bukan bayi) tumbuh pada rahim ibu hamil. Ummnya yang sering terjadi adalah tumbuhnya jaringan kanker. Gejala dari kehamilan molar ini adalah mual dan muntah, perasaan tidak nyaman di bagian panggul, pendarahan dari vagina, serta rahim yang membesar dengan cepat.

Pendarahan yang terjadi pada masa trimester pertama bisa mengindikasikan berbagai macam kemungkinan. Untuk itu, para ibu perlu memeriksakan kondisi kandungan secara rutin dan selalu waspada terhadap setiap pendarahan yang terjadi.

Recent Posts

Tips Menghidari Serangan GERD

Tips Mencegah Serangan GERD Kambuh

Pada artikel sebelumnya, kita sudah banyak membahas tentang pengalaman pasien GERD, penyebab hingga gejalanya. Kali ini, kita akan membahas tentang apa saja tips untuk mencegah serangan GERD kambuh berdasarkan pengalaman…
Read more >
Bisakah Mengelola GERD dalam Kehidupan Aktif

Bisakah Mengelola GERD dalam Kehidupan Aktif?

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), sering kali dianggap sebagai halangan untuk orang yang ingin menjalani gaya hidup aktif. Namun, bagi Bu Nita, anggapan tersebut tidak berlaku. Di tengah kesibukan dan kecintaannya…
Read more >