Yuk Pahami Perkembangan Janin pada Trimester 1

Yuk Pahami Perkembangan Janin pada Trimester 1 - dr. Ivan Sini

Bagi ibu hamil muda, perkembangan janin pada trimester 1 sering kali mengundang banyak pertanyaan.

Seperti “apakah detak jantung janin sudah ada?”, “apakah kehamilan saya sehat?”, dan lain sebagainya.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang perkembangan janin pada trimester 1 hingga solusi jika kehamilan tidak berjalan dengan baik.

Yuk, langsung kita bahas!

Perkembangan Janin dari Minggu ke Minggu pada Trimester 1

Janin akan terus berkembang selama proses kehamilan. Umumnya, proses kehamilan akan dibagi jadi tiga tahap, yang disebut trimester.

Trimester 1 merupakan periode 3 bulan atau 12 minggu pertama dalam kehamilan.

Berikut perkembangan janin yang terjadi pada trimester 1:

Perkembangan Janin Bulan Pertama

Minggu ke-1 & ke-2:

Pada dua minggu pertama kehamilan, tubuh mempersiapkan diri untuk menyambut terjadinya kehamilan, seperti memproduksi hormon lebih banyak dan mempersiapkan rahim.

Di akhir minggu kedua, ovulasi akan terjadi dan sel telur siap dibuahi.

Meskipun kehamilan belum benar-benar terjadi pada masa ini, namun umumnya dokter akan mulai menghitung usia kehamilan mulai dari masa ini.

Minggu ke-3:

Proses pembuahan terjadi di tuba falopi pada minggu ketiga.

Pada proses ini, sel telur akan dibuahi oleh sperma dan membentuk zigot.

Kemudian, zigot akan berpindah dari tuba falopi ke uterus atau rahim.

Minggu ke-4:

Zigot akan berkembang menjadi blastokista dan menempel pada dinding rahim. Proses ini sering disebut implantasi.

Di dalam blastokista, kelompok sel yang berada di bagian dalam akan berkembang menjadi embrio.

Sedangkan kelompok sel yang berada di bagian luar akan berkembang menjadi plasenta yang akan memberikan nutrisi dan perlindungan bagi bayi selama kehamilan.

Perkembangan Janin Bulan Kedua

Minggu ke-5:

Kebanyakan orang mulai menyadari kehamilannya di minggu kelima ini.

Pada minggu ini, embrio terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan atas, tengah, dan dalam.

  • Lapisan atas (ektoderm) akan membentuk kulit luar, sistem saraf pusat dan tepi, mata, dan telinga bagian dalam.
  • Lapisan tengah (mesoderm) akan membentuk jantung, sistem peredaran darah, pondasi tulang, ligamen, ginjal, dan sebagian besar sistem reproduksi.
  • Lapisan dalam (endoderm) merupakan tempat berkembangnya paru-paru dan usus bayi.

Minggu ke-6:

Sel darah, telinga, mata, dan mulut mulai berkembang pada minggu keenam.

Pada masa ini, sirkulasi darah mulai terjadi dan detak jantung dapat terdeteksi melalui ultrasonografi (USG) transvaginal.

Selain itu, muncul tonjolan kecil yang akan menjadi lengan.

Panjang bayi pada minggu keenam ini sekitar 5 milimeter.

Minggu ke-7:

Perkembangan otak dan kepala bayi dimulai pada minggu ketujuh.

Tonjolan kecil yang akan berkembang menjadi kaki juga akan mulai muncul.

Minggu ke-8:

Pada minggu kedelapan, jari mulai terbentuk.

Selain itu, mata, telinga, hidung, dan mulut juga telah berkembang dan dapat terlihat lebih jelas.

Pada akhir minggu kedelapan, panjang bayi umumnya sudah mencapai 11 hingga 14 milimeter.

Baca Juga: Apa yang Boleh dan Tidak Boleh saat Hamil Muda?

Perkembangan Janin Bulan Ketiga

Minggu ke-9:

Pertumbuhan lengan dan kaki semakin terlihat pada minggu ini.

Siku lengan dan telapak kaki mulai dapat terlihat, dan kelopak mata mulai terbentuk.

Panjang bayi pada masa ini adalah sekitar 16 hingga 18 milimeter.

Minggu ke-10:

Jari dan telapak kaki telah berkembang menjadi semakin panjang.

Kelopak mata dan daun telinga juga semakin berkembang.

Selain itu, tali pusar sudah dapat terlihat dengan jelas.

Ukuran bayi pada minggu kesepuluh kurang lebih 30 hingga 40 milimeter.

Minggu ke-11:

Pada minggu kesebelas, ukuran kepala bayi masih setengah dari panjang tubuhnya. Namun, badan bayi akan segera berkembang.

Sel darah merah sudah mulai terbentuk di organ hati bayi, dan alat kelamin juga mulai berkembang.

Di masa ini, bayi sudah dapat disebut sebagai janin, dengan ukuran kurang lebih 50 milimeter dengan berat 8 gram.

Minggu ke-12:

Di minggu keduabelas, profil wajah bayi akan semakin terlihat jelas.

Selain itu, kuku jari dan usus bayi juga mulai terbentuk.

Pada minggu ini, panjang bayi dapat mencapai 61 milimeter dengan berat 14 gram.

Cara untuk Mengevaluasi Perkembangan Janin pada Trimester 1

Ada beberapa cara untuk bisa mengevaluasi perkembangan janin dalam kandungan, seperti menggunakan USG abdomen atau transvaginal.

Umumnya, USG dilakukan sekitar satu bulan sekali untuk membantu dokter dalam mengevaluasi ukuran janin hingga perkembangan organ tubuh janin.

Salah satu hal yang sering ditanyakan oleh ibu hamil adalah apakah detak jantung bayinya sudah ada atau belum.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ibu dapat melakukan pemeriksaan USG pada minggu keenam, karena pada saat itu detak jantung bayi sudah dapat terdeteksi.

Baca Juga: Jenis Pemeriksaan Kehamilan Trimester Pertama

Bagaimana Jika Janin Tidak Berkembang Sesuai Harapan?

Walau setiap perempuan mengharapkan kehamilan yang normal, namun ada kalanya kehamilan tidak berjalan lancar, misalnya:

  • Kantung janin tidak terbentuk sempurna
  • Janin tidak berkembang dengan sempurna
  • Kehamilan terjadi di luar rahim (kehamilan ektopik).

Jika hal-hal tersebut terjadi, maka dokter perlu melakukan penanganan dengan segera.

Meski demikian, ibu tidak perlu takut karena kebanyakan kehamilan yang terjadi dapat berjalan secara normal dan sehat.

Ditambah lagi, sekarang sudah ada banyak solusi yang ditawarkan oleh dokter untuk mengatasi masalah tersebut, seperti:

  • Menunggu terjadinya keguguran alami
  • Penggunaan obat-obatan
  • Tindakan pembersihan (kuretase)

Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan tindakan yang tepat bagi Anda.

Itulah beberapa poin penting yang perlu dipahami tentang perkembangan janin di trimester 1 kehamilan.

Pada artikel-artikel selanjutnya, kita akan membahas lagi tentang hal-hal yang perlu diketahui dalam mempersiapkan kehamilan.

Jika Anda tertarik dengan pembahasan dr. Ivan Sini seputar program hamil dan kehamilan muda, jangan lupa cek artikel lainnya serta follow dan subscribe TikTok, Instagram dan Youtube dr. Ivan Sini ya!

 

Terakhir diperbarui pada: 19 Desember 2023

Sumber referensi:

Recent Posts

Peran Genomik dalam Pemeriksaan DNA Forensik

Peran Genomik dalam Pemeriksaan DNA Forensik

Anda pernah menonton serial Crime Scene Investigation (CSI)? CSI bercerita tentang cara tim forensik dari Las Vegas untuk membongkar kasus kriminal hingga kematian yang tidak wajar. Apakah genomik bisa membantu…
Read more >