Mengenal Laparoskopi

4 Mitos Tentang Keguguran yang Perlu Bunda Ketahui

Laparoskopi adalah suatu tindakan minimal invasive dimana pasien yang bisa menggantikan tindakan yang dahulu harus melalui proses operasi besar seperti Laparotomi untuk berbagai macam kondisi medis. Kondisi seperti miomauteri, endometriosis, infeksi panggul dan nyeri haid melalui laparoskopi akan mendapatkan keuntungan yang banyak. Masa pemulihan umumnya hanya berlangsung 2 hari dengan kosmetik luka yang hanya memerlukan sayatan sekitar 5mm

Persiapan

Tindakan laparoskopi dilakukan dalam pembiusan umum dengan lama tindakan bervariatif antara 1 sampai dengan 3 jam. Rata-rata umumnya lama operasi akan berlangsung 2 jam. Pasien diharapkan melengkapi persiapan seperti pemeriksaan darah rutin dan puasa selama minimal 6 jam. Pada kondisi tertentu pasien akan diminta untuk persiapan usus 1-2 hari sebelumnya.
Untuk tindakan laparosokopi kandungan umumnya pasien akan berada pada posisi lithotomy. (posisi pemeriksaan kandungan) dan trendelenburg (posisi badan dan kepala turun ke bawah)

Espektasi

  • Selama tindakan rongga abdomen (perut) akan dikembungkan dengan menggunakan gas CO2 untuk mendapatkan rongga yang aman untuk operasi. Hal ini akan menimbulkan rasa kembung dan tidak nyaman selama beberapa hari paska operasi. Gas yang masih tertahan kadang juga menimbulkan rasa tidak nyaman dibahu;
  • Mual muntah sering dikaitkan dengan obat bius yang dapat ditangani dengan mudah;
  • Luka sayatan akan ada didaerah pusar untuk kamera sebesar 1 cm dan sayatan lain sebesar 5mm disamping panggul dan didaerah bawah perut. Umumnya Luka ini sembuh sangat cepat dan tidak berbekas. Pada individu yang mempunyai bakat keloid, perlu didiskusikan mengenai langkah preventif;
  • Karena akan ada manipulasi rahim, pasien akan mengalami pendarahan seperti menstruasi sekitar beberapa hari;
  • Kateterurin dan infusakan dilepas umumnya secepat mungkin dalam 24 jam pertama;
  • Mobilisasi pasien akan diusahakan secepat mungkin dalam 1 hari pertama. Pasien umumnya akan diperiksa kesiapan untuk mulai makan dan minum setelah operasi dengan mengevaluasi bunyi usus;
  • Pasien dapat dipulangkan dalam satu hari tetapi pada kondisi yang umum pasien hanya membutuhkan perawatan 1 paling lama 2 hari.

Resiko & Komplikasi

Semua tindakan operatif mempunyai resiko dan potensial komplikasi. Walaupun demikian tindakan laparoskopi ini mempunyai resiko yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan operasi besar. Resiko yang umum adalah,

  • Perdarahan pembuluh darah besar( 1: 1400 kasus);
  • Cederausus, kandung kencing dan organ abdomen dan panggul lainnya yang terkait dengan operasi ( 1: 2000 kasus);
  • Infeksi luka luar dan dalam( 1: 700 kasus) Umumnya resiko ini sangat rendah dengan pemberian antibiotika profilaksis.

Recent Posts

Perbincangan mengenai saran pengobatan GERD tanpa obat

Tips untuk Mengatasi GERD Tanpa Obat-obatan

Pada artikel-artikel sebelumnya, kita sudah banyak membahas tentang gastroesophageal reflux disease (GERD). Gangguan pencernaan ini menyebabkan gejala yang tidak nyaman seperti mual hingga sensasi panas di kerongkongan. Kali ini, dr.…
Read more >
Tips Menghidari Serangan GERD

Tips Mencegah Serangan GERD Kambuh

Pada artikel sebelumnya, kita sudah banyak membahas tentang pengalaman pasien GERD, penyebab hingga gejalanya. Kali ini, kita akan membahas tentang apa saja tips untuk mencegah serangan GERD kambuh berdasarkan pengalaman…
Read more >
Bagaimana Cara Melakukan Diagnosis Penyakit GERD?

Bagaimana Cara Melakukan Diagnosis Penyakit GERD?

Dari artikel-artikel sebelumnya, kita sudah membahas banyak mengenai GERD, mulai dari gejala awal, penyebab, hingga pengalaman dari pasien yang sudah lama mengalami GERD. Pertanyaan selanjutnya adalah, apa yang harus dilakukan…
Read more >