Nutrigenomik: Temukan Strategi Diet paling Tepat untuk Anda

Nutrigenomik Temukan Strategi Diet paling Tepat untuk Anda

Setiap manusia memiliki profil genomik yang berbeda-beda, termasuk dalam hal interaksi antara gen dengan nutrisi yang kita konsumsi, atau disebut nutrigenomik.

Gen yang dimiliki setiap orang menentukan bagaimana tubuh mereka akan merespons dan mengolah nutrisi yang dikonsumsi.

Bagaimana peran genomik dalam menemukan strategi diet yang tepat untuk Anda? Temukan jawabannya dalam pembahasan kali ini!

Baca Juga:Apa Itu Genomik dan Manfaatnya untuk Manusia

Apa itu Nutrigenomik?

Dilansir dari Cleveland Clinic, nutrigenomik adalah studi yang mempelajari bagaimana interaksi antara gen dan nutrisi yang kita konsumsi.

Studi ini mempelajari bagaimana suatu nutrisi bisa mempengaruhi kesehatan dan kondisi tubuh seseorang.

Hal ini berbeda dengan nutrigenetik yang hanya membahas bagaimana suatu gen mempengaruhi tubuh dalam melakukan metabolisme dan menyerap suatu nutrisi.

Bagaimana Gen Bisa Mempengaruhi Program Diet?

Ada puluhan jenis gen yang dianalisa dalam nutrigenomik, salah satunya adalah FTO.

FTO merupakan gen yang menentukan respons tubuh dalam mengolah lemak dan protein. Dengan kata lain, FTO memiliki peran dalam mempengaruhi manajemen berat badan seseorang.

Dengan menganalisa gen ini, kita bisa lebih memahami pola makan yang sesuai dengan kebutuhan genetik kita.

Sebagai contoh, ada beberapa orang yang mengikuti program diet dengan mengonsumsi 1.500 sampai 1.800 kalori. Pada kebanyakan orang, program ini berhasil menurunkan berat badan mereka.

Namun, jika profil genomik seseorang ternyata lambat dalam memproses kalori, maka bisa jadi berat badan orang tersebut tidak turun meski sudah mengikuti program ini.

Oleh karena itu, ia harus menyesuaikan lagi batasan jumlah kalori yang boleh dikonsumsi agar berat badannya bisa turun.

Bagaimana Contoh Hasil Tes Nutrigenomik?

Hasil dari tes genomik dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam menentukan strategi diet maupun pola hidup sehat yang tepat.

Sebagai contoh, tes genomik mungkin akan memberi tahu bahwa tubuh kita memiliki kecenderungan sebagai berikut:

  • Memiliki tekanan darah atau kolesterol yang tinggi
    Dengan mengetahui hal ini, kita bisa melakukan pencegahan dengan mengurangi konsumsi garam dan lemak jenuh.
  • Menyukai makanan manis
    Jika kita tahu secara genetik kita sangat tertarik dengan makanan manis, maka kita dapat menyadarinya dan mulai mengurangi konsumsi makanan manis untuk mendukung program diet yang sedang dijalani.
  • Merasa gelisah setelah minum kopi
    Nutrigenomik juga bisa mengetahui jika Anda jadi gelisah setelah minum kopi. Dengan mengetahui hal ini, ke depannya Anda bisa mengatur jumlah asupan kopi Anda.
  • Menurunkan berat badan dengan diet tinggi protein
     Program diet tidak hanya berkaitan dengan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi. Namun, ada juga orang yang tetap bisa menurunkan berat badan meskipun makan makanan yang tinggi protein.
  • Membakar lebih banyak lemak dengan olahraga
    Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa menurunkan berat badan dengan fokus pada olahraga, baik melatih kekuatan otot, atau dengan latihan kardio.

Baca Juga: Manfaat Tes Genomik untuk Hidup Sehat dan Panjang Umur

Dapatkan Tubuh yang Sehat dan Ideal dengan Nutrigenomik

Itulah pembahasan singkat mengenai nutrigenomik dan manfaatnya dalam mendukung kesehatan manusia.

Perlu diingat bahwa tes nutrigenomik hanyalah langkah awal dalam memahami bagaimana tubuh berinteraksi dengan nutrisi.

Jika Anda tertarik untuk mengenal genomik lebih lanjut, jangan lupa cek artikel lainnya serta follow dan subscribe TikTok, Instagram dan Youtube dr. Ivan Sini ya!

 

Terakhir diperbarui pada: 24 Agustus 2023

Telah ditinjau oleh: dr. Muliawan Yoeko

Recent Posts

Peran Genomik dalam Pemeriksaan DNA Forensik

Peran Genomik dalam Pemeriksaan DNA Forensik

Anda pernah menonton serial Crime Scene Investigation (CSI)? CSI bercerita tentang cara tim forensik dari Las Vegas untuk membongkar kasus kriminal hingga kematian yang tidak wajar. Apakah genomik bisa membantu…
Read more >